35,72 Juta orang telah mendapatkan bantuan kuota Internet 2021

35,72 Juta orang telah mendapatkan bantuan kuota Internet 2021

e-Guru – Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) teah menyalurkan Kuota Data Internet Tahun 2020 kepada 35.725.387 orang . Bantuan ini ditujukan guna meringankan beban masyarakat baik disekolah maupun kampus selama menggelar pembelajaran daring selama pandemi covid-19.

Program bantuan kuota ini secara detail mencakup antara lain siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 1.920.248 siswa, pelajar Kesetaraan sebanyak 58.517, pelajar Sekolah Dasar (SD) sebanyak 13.885.829 siswa, pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 6.445.774 siswa, pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 3.707.110 siswa, pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 3.674.296, pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 70.337 siswa.

Kemudian Mahasiswa Vokasi sebanyak 221.742 peserta didik, Mahasiswa Akademik sebanyak 3.661.113 orang, Dosen Vokasi sebanyak 15.095 orang, Dosen Akademik sebanyak 151.544 orang, dan Guru sebanyak 1.913.782 orang.

Selain bantuan kuota internet , kemendikbud memberikan BOS afirmasi kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam bentuk Uang Kuliah Tungga (UKT) yaitu 410.000 mahasiswa yang telah menerima bantuan tersebut. Hal tersebut demi kelangsungan sektor pendudukan dan kesuksesan program merdeka belajar.

Sementara itu nadiem makarim mendorong sekolah didaerah 3T terdepan , terluar dan tertinggal bisa segera memulai pembelajaran tatap muka , namun dengen berbagai pertimbangan.

“Kita memberikan hak kembali kepada Pemda. Tapi tetunya dengan persetujuan kepala sekolah dan komite sekolah” kata nadim.

Seluruh pemda dilevel provinsi dan kabupaten punya hak untuk membuka sekolah, mereka bisa mengambil dimana area yang sekiranya aman untuk diberlangsungkannya sekolah dana man dari COVID ,tapi daerah tersebut relative tidak terjangkau ppembelajaran jarak jauh (PJJ)

Untuk itu , pihaknya mendorong terutama bagi Pemda-pemda di daerah 3T bisa mengeksekusi secepatnya untuk bisa melakuka pembelajara tatap muka, karena didaerah tersebut daerah yang paling sulit dilakukan.